Keblinger

Keblinger
Tampilkan postingan dengan label info jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info jepang. Tampilkan semua postingan

10 Rahasia Sukses Orang-Orang Jepang

| Senin, 28 November 2011
Apa sajakah sikap-sikap orang Jepang yang bisa kita contoh biar bisa sukses kayak bangsa mereka ??
Berikut adalah 10 rahasia Sukses orang Jepang :

1. Kerja Keras
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.


2. Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.


3. Hidup Hemat
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.


4. Loyalitas
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.


5. Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.


6. Pantang Menyerah
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini


7. Budaya Baca
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.


8. Kerjasama Kelompok
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.


9. Mandiri
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.


Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.
Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.
Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Download Sofware untuk mengetik Hanggul

| Minggu, 25 September 2011

Nabeta Korean Romanized input text editor(Nabetaedit)

japanese page

2008.8.29 Last Update for Windows Ver 0.8
2008.10.26 Last Update for Linux Ver 0.9

Nabetaedit is the Text editor for Windows Vista/XP/98 and Linux
free software.

You don't need use Korean keyborad.
because built-in Korean Romanize input method editor.
and built-in Korean Direct input method editor.


Ver 0.2 Can not use Clipboard function on Windows 98
Ver 0.3 Add Clipboard function on Windows 98(Update 2008/4/11)
Ver 0.3 Add command line parameter. userge: nabetaedit [filename](Update 2008/4/11)
Ver 0.4 Bug fixed Clipboard function on Windows 98(Ctrl+V)(Update 2008/4/14)
Ver 0.5 Bug fixed Enter code of Clipboard Paste(Update 2008/6/20)
Ver 0.5 Change kermap. 0-ng to 0-0.
Ver 0.5 Japanese Kanji to Hangul convert function added.
Ver 0.6(2008/6/22) add Clear message box.
Ver 0.8(2008/8/29) add Russian Screen keyboard.
Ver 0.8(2008/8/29) add Accent PAD.(Accent input box)
for Linux Ver 0.9(2008/10/26) add Undo and Redo function.
for Linux Ver 0.91(2008/10/28) bug fix(input area)

Download Ver 0.8 for Windows nabetaedit080_setup.exe(Installer type)
This is the Installer.
if you dislike Installer or mismatch your system, please try zip file.

Download Ver 0.8 for Windows nabetaedit060.zip(zip file)
This is the zip file.
nabetaedit.exe is the run file. but You can make shortcut to Desktop or Program menu.
built-in automatic shortcut function.
menu->edit->Create shortcut to xxxx.


Download Ver 0.91 for Linux nabetaeditlinux091.tar.gz

Korean Hangul Direct input keymap and Screen keyboard pic

Korean Hangul Romanized input keymap
space key=decide
k(ㄱ , ㅋ , ㄲ)(toggle) b,p(ㅂ , ㅍ , ㅃ)(toggle)
t,d(ㄷ , ㅌ , ㄸ)(toggle)
c(ㅈ , ㅊ , ㅉ)(toggle)
s(ㅅ , ㅆ)(toggle)
m(ㅁ)
n(ㄴ)
ng(ㅇ)
r,l(ㄹ)
h,(ㅎ)

a(아) , i(이) , u(우) , e(에) , o(오) , U(으) , E(애) , O(어)
ya(야) , yu(유) , yo(요) , kya(갸) , kyu(규) , kyo(교)
wa/oa(와) , wi/ui(위) , Wi/Ui(의) , we/oi(외) , We/ue(웨) , wE/oE(왜) , wo/uO(워)

sa si su se so(사시수세소)
hankUl(한글)
annyOng(안녕)
na la/na ra(나라)
nala/nara(날아)
iss sUbni ta(있습니다)


Hotkeys
ALT+K=KoreaRomaIME mode

ALT+O=KoreaDirectIME mode

ALT+N=nonIME mode


Linux font setting
necessary Korean font. Bitstream CyberCJK font etc.
font Script = ISO10646
necessary "fonts.dir" file edit.
Cybercjk.ttf -bitstream-bitstream cybercjk-medium-r-normal--0-0-0-0-c-0-iso10646-1

mail
jb6m-oob@asahi-net.or.jp

profile
I am a Japanese.

Top page(Japanese site)
Link
Russian Romanized Input Text Editor(Nabetaeditru)
Thai Romanized Input Text Editor(Nabetaeditth)


NabetaJisho(Dictionary software.built-in Korean romanized IME)鍋田辞書(Japanese site)

"SUSHI, Makanan Mendunia ?!"

| Sabtu, 24 September 2011
1. Apakah SUSHI itu ?

Sushi dikenal sebagai makanan tradisional Jepang, namun konon katanya Sushi sebenarnya dibawa sejak ribuan tahun yang lalu dari Asia Tenggara. Pada mulanya, Sushi merupakan makanan yang diawatkan berupa ikan, daging dan kerang yang difermentasikan dengan cara direndam dalam garam dan tidak menggunakan nasi.
Karakter kanji untuk Sushi adalah tulisan yang hanya diambil bunyinya. Tulisan sebenarnya adalah tulisan yang berarti makanan yang asam. Oleh karena di kemudian hari dibuat dengan menambahkan nasi, lalu disebut "Narezushi".
Setelah itu, muncul "Hakozushi" dan "Oshizushi" yang menjadi aliran utama di Kansai. "Nigirizushi" yang juga disebut "Edomaezushi" lahir pada zaman Edo. Sushi yang bisa dibuat segera dengan menambahkan cuka pada Nigirizushi disebut "Hayazushi", mungkin pada masa itu seperti makanan yang pada zaman sekarang ini disebut makanan siap saji alias fast food.


2. SUSHI Masa Kini

1) Nigirizushi
Kepalan nasi yang disebut Shari atau Shimeshi (campuran nasi, cuka, garam serta gula) dengan Neta (irisan ikan) dan Wasabi yang diletakkan di atasnya merupakan model sushi pada umumnya. Neta kebanyakan adalah irisan ikan laut mentah, selain itu ada juga yang direbus maupun dibakar. Tamagoyaki (telur dadar) bisa juga diletakkan di atas shari, atau nori (rumput laut) yang digulung pada sumesushi. Namun yang paling penting adalah menggunakan ikan yang masih segar. Ikan yang digunakan bagian tubuhnya menjadi neta adalah maguro (tuna), tai (kakap), sake (salmon), ika (cumi-cumi), ebi (udang) dan lain-lain.

2) Hakozushi (Oshizushi)
Hakozushi dibuat dengan cara memasukkan bahan seperti nasi, ikan dll. ke dalam wadah berbentuk segi empat dan kemudian dipadatkan sampai penuh. Ketika tiba waktunya makan, sushi tersebut dikeluarkan dari wadahnya, dipotong-potong kemudian disajikan.

3) Chirashizushi
Nasi cuka (Shari) yang tidak dipadatkan dan di atasnya diletakkan ikan, telur goring, dan lain-lain. Umumnya makanan ini dibuat dalam rumah tangga dan disajikan pada saat perayaan atau pesta.

4) Makizushi
Nasi cuka (shari) yang ditebarkan rata di atas selembar nori (rumput laut), lalu ikan atau potongan telur dadar, ketimun, dll ditaruh di salah satu ujung tebaran shari, kemudian digulung. Ada dua jenis makizushi yaitu futomaki dan hosomaki. Futomaki menggunakan telur, shiitake (jamur), kampyou (sejenis kulit biji bunga yang dikeringkan), dan mitsuba (sejenis dedaunan) sebagai isi. Sedangkan isi hosomaki hanya sedikit yaitu maguro (ikan tuna), kyuri (ketimun) dan lain-lain.

5) Inarizushi
Nasi cuka (Shari) yang dipadatkan dan dibungkus dengan abura age (kulit tahu goreng berbentuk kantung segitiga yang direbus dengan shoyu). Kata Inari sendiri konon berasal dari makanan kesukaan rubah penjaga kuil Inari yaitu abura age.

6) Temakizushi
Sushi yang biasanya dikonsumsi oleh keluarga di Jepang. Orang yang makan sushi ini masing-masing memegang nori (rumput laut) berbentuk segi empat sama sisi dengan ukuran 15 cm yang digulung menyerupai kerucut, lalu mengisi nasi cuka (shari) dan gu (lauk) yang disukai ke dalam kerucut nori tersebut. Gu (lauk) bisa berupa sashimi, natto, tuna kalengan maupun sayur-sayuran. Untuk sausnya tidak hanya shoyu saja, tetapi ada juga yang menggunakan mayonnaise.

Demikianlah, sushi telah mengalami evolusi sehingga semakin bervariasi. Setiap daerah memiliki variasi sushi tersendiri. Ada sushi yang disantap dalam suasana formal, ada juga sushi yang bisa dinikmati dengan santai bersama keluarga di rumah. Sushi sudah melanglang buana ke luar negeri, hingga lahir jenis sushi baru yaitu California maki . Sekarang sushi bisa dinikmati di seluruh dunia. Seiring dengan perkembangan zaman, muncullah kaitenzushi yaitu sushi yang disajikan di atas ban yang berputar dan pembeli yang duduk di sepanjang counter di situ bisa langsung mengambil sushi yang disukai. Sushi pun sudah bisa dibuat dengan mesin. Mulai saat ini, sushi tentu akan berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Minnasan, sushi seperti apa yang ingin Anda coba?
 

Copyright © 2010 TsugaharaAizawa Blogger Template by Dzignine