Keblinger

Keblinger
Tampilkan postingan dengan label country korea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label country korea. Tampilkan semua postingan

5 Tempat Wisata Drama Korea Yng Wajib Di Kunjungi

| Selasa, 20 September 2011
Untuk para pecinta drama Korea, Korea Selatan jadi tempat wisata impian. Berikut ini lima tempat yang wajib dikunjungi jika Anda ingin melihat langsung lokasi syuting serial drama favorit Anda.
1. Nami Island
Penggemar Winter Sonata, wajib datang ke Nami Island. Pulau ini berada di kawasan Chuncheon, Gangwon-do. Jika tak mau susah untuk mencapai pulau ini ada tur bus yang berangkat dari Insadong, Seoul, pada pukul 09.30 dan kembali pukul 16.00. Harga tiket busnya PP 15 ribu Won atau sekitar Rp 120 ribu.
Untuk masuk ke pulau ini, pengunjung harus membayar tiket seharga 10 ribu Won. Namun untuk turis asing mendapat diskon menjadi 8 ribu Won atau sekitar Rp 64 ribu.
Di pulau ini, Anda bisa melihat langsung di mana saja Choi Ji-woo dan Bae Yong Joon, dua pemeran utama Winter Sonata, saling memadu kasih. Misalnya saja hutan tempat mereka berjalan-jalan. Pemandangan di tempat ini memang sungguh romantis.
2. GyeongGi-Do
Daejanggeum Theme Park berada di wilayah GyeongGi-Do dan merupakan theme park pertama yang dibangun untuk sebuah serial drama. Penggemar setia serial Jewel in the Palace wajib datang ke tempat ini.
Di kawasan wisata ini, pengunjung bisa berfoto di berbagai lokasi syuting Jewel in The Palace, mencicipi makanan ala kerajaan dan melihat properti-properti syuting. Pengunjung pun bisa berfoto dengan atribut kerajaan.
Harga tiket masuk tempat ini adalah 5 ribu Won (dewasa). Untuk mencapai Daejanggeum Theme Park, Anda bisa naik subway line satu dari stasiun Yangju dan turun di MBC Yangjoo Culture Valley.
3. Lotte World
Anda penggemar serial Meteor Garden-nya Korea yaitu ‘Boys Before Flowers’ (BBF)? Coba datang ke Lotte World. Kompleks belanja dan wisata terbesar di Seoul ini merupakan salah satu lokasi syuting serial yang dibintangi Lee Min Ho itu.
Syuting BBF tempatnya berlangsung di Lotte Hotel World. Di sana merupakan lokasi syuting ketika Ji-Hoo (Kim Hyun-Joong) mengadakan pesta selamat datang untuk kekasihnya, Min Seo-hyeon.
Selain bisa melihat lokasi syuting serial favorit Anda, di tempat ini Anda pun bisa berbelanja. Ada juga pusat hiburan ala Disneyland di sini. O’ya, tempat ice skating yang ada di Lotte World ini juga merupakan salah satu lokasi syuting serial ‘Stairway to Heaven’.
Untuk mencapai Lotte World, Anda bisa menggunakan subway line dua dan turun di stasiun Jamsil.
4. N Seoul Tower
N Seoul Tower terletak di puncak Gunung Namsan, Seoul. Ada dua serial terkenal yang lokasi syutingnya di sini yaitu Boys Before Flowers dan Princess Hours.
Di menara yang dibangun sejak 1969 itu, pengunjung bisa melihat lokasi syuting saat Gu Jun-pyo (Lee Min Ho) menunggu Jan-di. Saat itu Jun-pyo berkencan dengan Jan-di namun akhirnya terjebak di gondola dalam perjalanan menuju N Seoul Tower.
Sedangkan untuk Princess Hours, di sinilah ada Teddy Bear Museum. Museum tersebut merupakan lokasi syuting adegan Chae-gyeong jalan-jalan bersama nenek sang calon raja Lee Shin.
Tertarik ke sini? Jika ingin mengunjungi Teddy Bear Museum saja, Anda harus membayar tiket 8 ribu Won. Namun jika mau masuk ke N Seoul Tower, tiketnya menjadi 14 ribu Won.
Untuk menuju ke tempat ini ada beberapa cara, pertama dengan menggunakan Seoul City Tour Bus yang berkeliling setiap 30 menit. Kedua dengan naik sub way dari line tiga atau empat dan turun di stasiun Chungmuro. Lalu Anda keluar melalui no. 2 dan naiklah Namsan Shuttle Bus yang ada di depan Daehan cinema.
Ingin mencoba pengalaman perjalanan lainnya? Anda juga bisa naik cable car untuk menuju N Seoul Tower. Untuk naik cable car, Anda bisa naik subway line empat dan turun di Myeongdong exit 3. Lalu jalan hingga Hotel Pacific selama kurang lebih 10 menut untuk sampai ke stasiun cable car.
5. Myeongdong
Myeongdong merupakan lokasi favorit turis yang ke Seoul. Di tempat ini ada banyak tempat belanja mulai dari brand lokal hingga brand internasional seperti H&M, GAP dan Uniqlo.
Outlet kosmetik Korea yang terkenal seperti Etude dan Face Shop juga tersebar di sini. Berbagai restoran fast food internasional seperti McDonald dan KFC bisa ditemukan di Myeongdong.
Tak hanya itu, di Myeongdong pun Anda bisa melihat lokasi syuting dua serial drama yaitu Princess Hours dan Boys Before Flowers. Untuk Princess Hours, di sinilah Lee Shin dan Chae-gyeong berciuman. Sedangkan Boys Before Flowers, ada restoran yang menjadi lokasi syuting di sini yaitu The Farmer’s Table.
Myeongdong dapat dicapai dengan subway line 4 warna biru dan turun di Stasiun Myengdong.

Wisata Korea Seoul

|
han-gang-riverSalah satu keuntungan mengunjungi tempat wisata korea khususnya Seoul adalah lokasinya mudah di jangkau oleh sarana transportasi umum . Hanya dalam jangka waktu setengah hari saja , saya bersama kedua sahabat mampu mengunjungi 3 tempat wisata sekaligus yaitu di taman yeoeuido , sungai han gang , dan museum nasional Korea  . Kebetulan sekali ketiga tempat ini di hubungkan dengan jarak yang berdekatan , sehingga kami punya 2 alternatif untuk menuju ke lokasi yang satu
ke lokasi lainnya .

Alternatif pertama dengan jalan kaki sambil menikmati keindahan kota Seoul , menghirup kebersihan dan kesejukan udara di kota Seoul . Sedangkan alternatif kedua dengan naik kereta bawah tanah . Di sini kami di sajikan pemandangan megah dan mewah gaya arsitektur bangunan stasiun daerah Seoul . Kalau saya pribadi menilai , meskipun sifatnya lokal kemegahan dan kemewahanya tidak kalah jauh dengan Bandara International Soekarno Hatta . Padahal bangunan stasiun yang seperti ini tidak hanya satu , bahkan hampir stasiun kereta bawah tanah khususnya daerah Seoul pasti memiliki gaya arsitektur yang mewah dan megah . Suatu saat nanti kalau sampeyan ke sini dan melihatnya dengan mata kepala sendiri , saya yakin sampeyan akan takjub , heran , seakan tidak percaya bahwa bangunan yang seperti itu terletak di bawah tanah dan kalau di lihat dari atas hanya seperti toko kecil biasa . Saya sendiri sangat menyayangkan semua ini , kenapa bukan Indonesia ya ? kok Korea  , seandainya semua ini adalah Indonesia .
Sesampainya di stasiun tujuan ( stasiun yeoeuido ) , kami bertiga sepakat untuk ke taman yeoeuido terlabih dahulu . Taman ini seperti terletak di tengah kota , atau mungkin saja di sebut taman kota . Sehubungan hari minggu , tempat ini sangat ramai di kunjungi orang . Mayoritas dari mereka adalah kedua orang tua bersama anaknya dan beberapa pasangan anak muda . Berdasarkan penilaian saya , taman ini tidak terlalu istimewa . Tidak ada nilai khas tersendiri kalau di bandingkan taman kota lainnya dan tidak jauh berbeda . Saya sempat ambil foto di sini sebagai kenang kenangan , sekaligus sebagai ajang narsis diri .
Dari taman yeoeuido , berjalan kaki menuju sungai han gang kurang lebih dengan jarak 1 km . Begitu sampai sungai han gang , saya benar benar di hanyutkan oleh keindahan sungai ini . Masalah yang menyelimuti kepala serasa hilang seketika melihat sungai han gang . Hanya saja yang sangat di sayangkan , kami telat beberapa menit ketika datang ke sini . Kami tidak bisa menaiki perahu besar mengelilingi keindahan kota Seoul dari sisi sungai han gang . Kalau sampeyan tertarik untuk naik perahu ini seperti gambar di atas , sampeyan cukup merogoh saku sebesar 13.000 won atau 107.900 rupiah ( kurs 8,3 ) . Dengan perahu ini sampeyan akan di bawa melihat keindahan kota Seoul dari pinggiran sungai han gang selama 70 menit dan menuju Tamsil yang juga merupakan tempat wisata semacam dunia fantasi kalau di Indonesia . Untuk jadwal pemberangkatan perahu ini dari han gang yeoeuido , jam 11: 30 , 14 : 20 , dan 17 : 40 . Itu jadwal yang saya sempat ingat kemaren , dan kami tiba di lokasi sekitar jam 14 : 40 . Dengan penuh penyesalan kami tidak bisa menaiki perahu  , kalaupun harus menunggu jam 17 : 40 , resiko pasti terlambat sewaktu pulang nanti .
Sepertinya waktu masih memungkinkan untuk jalan jalan , dan tempat selanjutnya museum nasional Korea . Dari sungai han gang menuju museum nasional Korea dengan kereta bawah tanah hanya beberapa menit saja , mungkin hanya melewati 1 atau 2 stasiun . Dalam perjalanan ini , kami sempatkan untuk sekedar lewat di depan KBRI Korea . Karena hari minggu KBRI tutup , kami pun tidak mampir dan langsung menuju moseum nasional Korea . Dengan membeli tiket seharga 3000 won untuk orang dewasa , 2000 won untuk anak anak kita bisa melihat berbagai macam benda bersejarah dari bumi Korea . Di mulai dari bebatuan di jaman purba , hiasan dinding , pagoda , peralatan perang dan banyak lagi benda bersejarah lainya bisa sampeyan lihat di sini. Untuk bangunann museum nasional Korea terhitung besar dan luas dengan lantai bertingkat 2 , jadi benda benda yang di sajikan sangat komplit dan membuat pengunjung sangat puas . Gambar di samping ini saya ambil dari halaman moseum , karena di dalam moseum tidak di perbolehkan mengambil gambar tanpa adanya ijin terlebih dahulu dan saya yakin sampeyan juga sudah tau akan hal itu .
Sampeyan pasti berpikir ” wah enak ya bisa tinggal di Korea , bisa jalan jalan di negeri gingseng yang indah itu ” . Kebetulan sekali kedua teman saya di sini adalah pecinta wisata dan salah satunya  adalah guide untuk Korea sewaktu di Bali Indonesia dulu . Dan ia di Korea kurang lebih 13 tahun lamanya , sedangkan yang satunya sudah hampir 7 tahun tinggal di Korea . Jadi sebagai teman mereka , tentu saja saya juga mengikuti  jejak mereka sebagai pecinta wisata . Kalau saja tanpa mereka , saya tidak yakin apakah saya bisa menikmati keidahan wisata Korea ini .


Biaya kebutuhan hidup di korea

|
Di mulai dari tempat tinggal , biaya listrik , biaya air , dan biaya kebutuhan pangan yang saya hitung berdasarkan standar menengah kebawah . Jadi seandainya saja  ada pertanyaan lagi tentang hal ini , mungkin saya akan menjawabnya cukup dengan copy paste link postingan ini .
Untuk yang pertama , tempat tinggal . Mayoritas penduduk korea bertempat tinggal di apartemen . Harga sewa kontrakan bervariasi berdasarkan besar kecilnya uang jaminan . Semakin besar uang jaminan , pembayaran sewa semakin murah . Begitu juga sebaliknya . Untuk sebuah apartemen berfasilitas 1 kamar tidur ( 3 x 3 M ) ,1  ruang dapur ( 2 x 3 M ) , 1 ruang tengah ( 2 x 4 M ) , dan 1 kamar mandi ( 2 x 2 M ) harga sewa di patok kurang lebih 150 ribu won / bulan . Kalau di rupiahkan dengan nilai kurs hari ini ( 1 won = 7,83 rupiah ) , maka 150 .000 x 7,83 = 1. 174 .500 rupiah .

kedua , biaya air dan listrik . Untuk beban ini , antara musim panas dan musim dingin ada sedikit perbedaan . Biaya air dan listrik untuk musim panas sekitar 130 ribu won , musim dingin 150 ribu won . Alasannya kenapa berbeda , karena ketika musim dingin ada pengluaran tambahan berupa gas atau boiler yang berfungsi sebagai penghangat ruangan . Kalau saya ambil biaya rata ratanya menjadi 140 ribu won / bulan . Untuk nilai rupiahnya 140.000 x 7,83 = 1. 096.200 rupiah .
Dan yang ketiga , biaya makanan sehari hari . Di sini saya mengambil harga sebuah masakan yang paling murah saja , yaitu sekitar 2 500 won . Untuk rata rata sebuah masakan di tarif 3 500 won dan menengah ke atas 5 000 - 8 000 won , sedangkan untuk sebuah masakan Indonesia di warung Indonesia biasanya di tarif 6000 won . Kalau mengambil harga termurah yakni 2 500 won , sehari 3 kali menjadi 7 500 won sehari . Atau mungkin lebih berhemat sedikit , katakanlah pagi sarapan hanya dengan roti seharga 1 000 won maka 5 000 + 1 000 = 6 000 won perhari . Jadi untuk biaya makan selama 1 bulan = 6 000 x 30 = 180 . 000 won , dalam bentuk rupiah 180.000 x 7,83 = 1. 409 . 400 rupiah
Jadi jumlah total untuk biaya tempat tinggal , biaya air dan listrik , dan biaya makan sehari hari menjadi 1. 174 . 500 + 1. 096. 200 + 1. 409 . 400 = 3 . 680 . 100 rupiah . Kesimpulannya untuk tinggal di korea , setidaknya berpenghasilan minimal 3 . 680 . 100 rupiah / bulannya . Jumlah itu saya ambil dengan dasar minimal untuk daerah hwaseong . Kalau  seorang pelajar ( beasiswa / tukar pelajar ) hanya dengan uang saku US 80 dollar / bulannya , saya rasa itu kurang jauh dari cukup , terkecuali asrama sudah di sediakan oleh pemerintah atau yayasan . Sedangkan yang urusanya untuk berbisnis , mungkin tidak ada masalah karena saya yakin hasil yang di dapatkan tentunya lebih besar dari jumlah itu . Lalu bagaimana dengan yang wisata ? mungkin itu tergantung berapa lama berwisata di korea atau tinggal di korea .

Berselancar wisata korea musim semi

|
Sepertinya cuaca sudah mulai bisa di ajak kompromi . Kemana mana tidak harus membawa baju layaknya biorobot . Tanaman di pinggiran jalan juga sudah sudi bersenyum manis dengan menunjukkan bunga mereka , hanya saja
204600_1657272554532_1318670688_1297379_2571504_o
sampai detik saya menuliskan post ini, mekaran bunga masih di dominasi pohon sakura . Mungkin yang lainya masih menunggu antrian muncul . Sementara itu , yang perlu saya siapkan untuk menyambut datangnya musim semi ini adalah sudah tentunya kesiapan fisik , kamera dan satu hal lagi yang tidak boleh di lupakan ” uang saku ”
Yang menjadi pertanyaanya sekarang , kalau musim semi seperti ini enaknya jalan jalan kemana ? . jawabanya sederhana saja ” Taman ” . Tapi terus terang saja saya sangat menghindari taman kota , alasanya polusi dan kurang alami . Dan satu hal lagi  dari taman kota tidak memiliki ciri khas tersendiri yang mewakili kota itu . Nah , saya ada rekomendasi sedikit soal taman yang memiliki pesona luar biasa dan juga berkarakter khas menurut saya . Lokasinya juga masih di sekitar Seoul dan mudah di jangkau transportasi khususnya kereta bawah tanah yaitu Seoul Grand Park dan lembah Seoul Tower .
Secara kebetulan sekali bulan 5 ini ada liburan panjang dari tanggal 5 sampai tanggal 10 . Dan rencananya saya akan meluncur ke kedua taman di atas . Yang pertama Seoul grand park , hanya saja tujuan saya nanti mungkin bukan di tamanya , melainkan di kebon binatangnya dan arena permainanya yang di kenal Seoul Land . Hari kedua atau tanggal 6 ke Seoul Towel . Untuk lebih bisa menikmati keindahan taman Seoul Towel ini yakni dengan cara mendaki dari lembahnya menuju puncak Seoul Towel . Dalam perjalanan ini , hiasan bunga taman akan menghipnotis para pengunjungnya dan spontan saja rasa lelah juga lenyap entah kemana . Sementara perjalanan pulangnya , bisa naik kereta gantung . Sambil melonggarkan otot kaki , juga bisa melihat keindahan tata kota Seoul dari atas . Rencananya tanggal 6 nanti akan saya habiskan bermalas malasan di sini sambil menikmati keindahan alam sekitar .
Kalau sekiranya sampeyan ingin bareng dengan saya , ya silahkan . Tanggal 5 saya tunggu di Seoul Grand Park jam 13 : 00 sekalian makan siang bareng , tapi segala keperluan bayar sendiri ya atau mungkin mau nraktir saya malahan ? kebetulan sekali tuh . Begitu keluar dari Stasiun Seoul Dae Geongweon langsung kelihatan tamanya .Sampeyan tidak lupa dengan muka saya kan ? .
Dalam liburan nanti saya hanya bisa menyempatkan 2 hari jalan jalan ke taman , selebihnya ingin melihat sudut sudut kemegahan bandara incheon dan stasiun stasiun kereta bawah tanah yang kemegahanya juga tidak mau kalah dengan bandara internasional Soekarno Hatta . Siapa tau saja Indonesia bisa seperti itu , syukur syukur bisa lebih malahan , amin .
Oh iya hampir lupa , berhubungan saya belum sempat jepret pemandangan untuk saat ini , dimusim semi ini khususnya bunga sakura , jadi di sini saya beri bocoran foto hasil jepretan sahabat saya Tazkiana saja . Rasa rasanya terasa asing saja postingan wisata kok tidak ada fotonya , tidak apa apa lah . Padahal lokasinya juga tidak jauh dari tempat saya tinggal . Lokasi foto di atas adalah Suwon , sedangkan saya sendiri tinggal di Hwaseong .

 

Copyright © 2010 TsugaharaAizawa Blogger Template by Dzignine